DON'T SLEEP

Thursday, June 11, 2009

Anak Tangga...

Dalam perjalananku kali ini aku harus melewati untuk waktu yang cukup lama, setiap langkah kaki setiap jengkalnya kurasakan dengan sangat bagaimana kerikil kerikil tajam itu menyayat kaki telanjangku. Sedikit keraguan terbayang dalam benakku begitu aku sampai pada titik awal tujuanku, titik awal yang tadinya kuharapkan lebih baik dari itu... tapi takdir mengatakan lain aku diwajibkan buat mencicipi kota itu, delapan bulan aku terpendam dalam kota itu rasa bosan penat jenuh yang memuncak pernah aku dapati di sana.

Tak terlintas dalam rencanaku apa yang mesthi ku perbuat untuk keluar dari lingkaran kota itu, Alloh berpendapat lain, dengan takdirnya aku dicukupkan untuk menutup lembaran catatan kehidupanku disana dalam waktu 8 bulan... Allhamdulilah... Setahun sudah takdir Alloh mengantarkanku sampai pada hari ini.

Saatnya aku membuat rencana untuk kehidupanku yang kuanggap terbaik buat aku, sebuah file pdf menjawabnya dengan pasti.... Ternyata takdir Alloh berkata lain, aku berencana untuk mengambil anak tangga yang dipersiapkan buat aku melangkah keatas, tak kusangka begitu langkah kakiku menapakan kakiku di anak tangga pertama, anak tangga itu patah dan aku gak bisa buat terus melangkah keatas... menurut Alloh itu mungkin yang terbaik buat aku... takdirnya mengatakan seperti itu dan aku percaya itu.... "God never bring me this far away to leave me now here".... anak tangganya baru ada tahun depan.... dan aku percaya Alloh akan memberikan yang terbaik buat hambanya...



*)hari kesebelas bulan keduabelas tahun pertama aku di Banda

Tuesday, May 19, 2009

Andai Ia Tahu....

Sesat sebelum jari jari ini mulai jenuh diatas keyboard, aku gak tau apa yang mesthi aku tulis. hanya saja sesaat lamunan datang dalam kilas bayang bayang semu yang gak jelas. ada senyum ceria nan menggemasakan yang kutangkap. Sesaat cerita itu kembali terukhir jelas dalam pikiranku.

"Ayo donk kamu bisa dee..., kamu bisa...."

suara itu seakan akan kembali hadir jelas menggema dalam telingaku. menghadirkan kesabarannya dalam sosok seorang insan manusia terbalut kulit seputih salju yang begitu dingin. yang aku sendiri gak tega buat ngeliatnya saat itu. senyum riang entah kenapa ia bebaskan begitu saja dari balik bibirnya yang mungil. semangatnya selalu ada tiap jengkal langkah kaki yang perlahan aku coba untuk menapak dibumi.

Sempurna kaki ini bisa berjalan tanpa dibantu alat sialan yang terus jadi sahabat karibku tiga bulan itu. last chek up mesthi aku jalani dan itu berarti aku mesthi kerumah sakit.

"Makasih dokter atas semuanya.."

percakapan singkat yang kuakhiri dengan kalimat sependek itu sebagai ucapan terima kasih ke dokter tersebut. Langkah kaki ku sekarang menuju bougenvil, ruang diujng rumah sakit terus belok kekanan. Membeku langkahku saat hendak membelok kekanan diujung koridor rumah sakit, Bunga lily yang kugenggam aku letakkan disamping tangannya, dia menutup mata dan membisu dengan bahagia....

"Aldiana udah pergi dee........"

Aldiana, entah kenapa aku selalu manggil dia dina. Dia selalu ngasih aku semangat biar bisa kembali jalan tanpa perlu penopang, Meskipun aku tahu kalo hidupnya harus ditopang dengan peralatan medis dan berpuluh puluh jenis obat, dia tetap semangat.... Bunga lily itu yang dia sukai karena itu mencerminkan dirinya... suci, manis, sederhana dan cantik meskipun ia sendiri rapuh.....


"Aldee pulang yuk makan...."
"Ok bentar coy tanggung nih tinggal upload"

Wednesday, May 13, 2009

Pilihan yang Sulit...

Manusia hanya bisa berencana dan Tuhanlah yang menentukan. Yakin kata kata itu semuanya pasti pernah denger dari jaman kita kecil sampai ya sekarang ini.

Buat sebagian orang mungkin kata kata itu akan menjadi obat dikala rencananya gagal, atau cuman sekedar penghibur kali yah, terlebih lebih buat yang udah ngrencanain semuanya dengan matang. Kata kata semacam oase ditengah padang pasir, penyejuk disaat dahaga. Seakan akan kata kata itu membangkitkan lagi tekad yang udah pupus gara gara rencananya gagal, atau menyadarkan seorang itu bahwa Tuhanlah yang menentukan semuanya manusia hanya bisa berusaha. itu mungkin anggapan bagi orang yang optimis orang yang pantang menyerah ataupun orang yang menganut "prinsip kegagalan adalah awal dari keberhasilan..."

Bagaimanakah dengan anggapan orang yang bertolak belakang dengan prinsip tersebut. Mari coba kita lihat... " Manusia hanya bisa berencana dan Tuhanlah yang menentukan " kata kata itu kayaknya malahan bakalan dijadikan alasan pembenaran buat sebagian lainnya untuk lebih santai.. menurut mereka ngapain sih kerja keras toh yang menentukan juga udah dari atas, orang yang santai yang oportunis biasanya mengambil ini sebagai bagian dari kehidupannya. apa yang didapat ya itulah berarti apa yang dikasih dari atas dan mereka tinggal mensyukurinya saja... itulah satu kata yang saya kutip dari mereka. HIdup gak terlalu nggoyo dan nggak ada perencanaan atau cenderung "yah ntar juga bakalan lewat.." prinsip lain yang rata rata juga di anut oleh arang semacam ini "Rejeki itu udah ada yang ngatur"

Dua kelompok orang yang berbeda dalam menjalani hidup ini bagaimanakh dengan anda...? silahkan anda pilih jalan anda sendiri......