DON'T SLEEP

Thursday, September 17, 2009

Untukmu Kawan...

"kami detik ini tanpa kau seperti minus 1. Kami hisap “King Arthur” untuk kau kawan. Kami minum “ini” hanya untuk mu teman. Kau adalah milik-Nya, dan kepada-Nya lah kau kembali. Sampai bertemu Brother.. dialam sana nanti.. Rhyme In Peace."

Alunan musik dari Bondan Fade to black (Rhyme in Peace) terus saja mengalir di telinga kiri kananku... sebuah lagu yang mungkin pas buatku saat ini. F1ZR ini terus saja menembus debu debu malam yang enggan untuk mengalah walaupun sudah jengah roda ini harus terus berputar. Bayangan masa lalu terus saja berdatangan, sekejap semuanya terlintas begitu saja seperti roll film yang berjalan tanpa hentinya tanpa bisa di pause terus saja berputar. Kenakalan kenakalalan dari masa abu abu, kuliah yang gak jelas samapai kerja serabutan terus saja mengisi tatapan tatapan kosongku sepanjang jalan sunyi ini, Lampu lampu jalan yang temaram berjajar rapi seolah seolah mempersilakanku untuk lewat begitu saja...

"Ayo nggra ngapain sikh lou pake upacara segala...upacara gak jadi jaminan mutlak kalo kita itu punya rasa nasionalisme yang tinggi" ....

"udahlah kita taruh aja majalah ato koran hari ini di meja pengawas biar dia sibuk baca tuh koran sama majalah....aman kita nanti" ....

"wei kaca botol gw tau lou itu briliant...tapi ilmu yang bermanfaat ilmu yang dibagi sama temen temennya....lou pernag denger kan....ntar jangan lupa habis 45 menit kasih tau jawabannya... oke kaca botol..."

Ajakan escape dari upacara, ngakalin pengawas terus sok menasehati si CPU kelas... seolah olah muncul lagi didepan mataku... belum saat sama sama kuliah nongkrong main gaple, poker, cangkulan, 7 skop maen lenk wah saat bersama yang begitu gembira... ide ide gilanya buat lompat gerbang.... bikin pamflet yang nyaingin penguasa kampus saat itu bener bener gila.... kebersamaan kegilaan waktu itu ternyata hanya melintasi begitu saja... walaupun akhirnya kau memilih jalanmu kami tetp sahabatmu.... Even now and forever we’ll always one blood

F1ZR ini berhenti tepat didepan gerbang rumah seorang kawan...
"nggra kita dah nyampe rumah dodot, kita harus critain ini sama dia dia berhak tau nggra..."

"iya mo.... biar gw yang crita, dodot pasti ngertiin kenapa dia memilih jalan itu"

Lagu rhyme in peace terus saja mengalir di earphone ini

.........................................

"Hari - hari yang kan ku jalani.. kini semua kan terasa sunyi.. Walau hampa pasti ku hadapi.. ku ucapkan.. slamat jalan.."

..............................................

.............................................

*)hanya tulisan bisa untuk kawan kawan sejati we always one blood

Thursday, June 11, 2009

Anak Tangga...

Dalam perjalananku kali ini aku harus melewati untuk waktu yang cukup lama, setiap langkah kaki setiap jengkalnya kurasakan dengan sangat bagaimana kerikil kerikil tajam itu menyayat kaki telanjangku. Sedikit keraguan terbayang dalam benakku begitu aku sampai pada titik awal tujuanku, titik awal yang tadinya kuharapkan lebih baik dari itu... tapi takdir mengatakan lain aku diwajibkan buat mencicipi kota itu, delapan bulan aku terpendam dalam kota itu rasa bosan penat jenuh yang memuncak pernah aku dapati di sana.

Tak terlintas dalam rencanaku apa yang mesthi ku perbuat untuk keluar dari lingkaran kota itu, Alloh berpendapat lain, dengan takdirnya aku dicukupkan untuk menutup lembaran catatan kehidupanku disana dalam waktu 8 bulan... Allhamdulilah... Setahun sudah takdir Alloh mengantarkanku sampai pada hari ini.

Saatnya aku membuat rencana untuk kehidupanku yang kuanggap terbaik buat aku, sebuah file pdf menjawabnya dengan pasti.... Ternyata takdir Alloh berkata lain, aku berencana untuk mengambil anak tangga yang dipersiapkan buat aku melangkah keatas, tak kusangka begitu langkah kakiku menapakan kakiku di anak tangga pertama, anak tangga itu patah dan aku gak bisa buat terus melangkah keatas... menurut Alloh itu mungkin yang terbaik buat aku... takdirnya mengatakan seperti itu dan aku percaya itu.... "God never bring me this far away to leave me now here".... anak tangganya baru ada tahun depan.... dan aku percaya Alloh akan memberikan yang terbaik buat hambanya...



*)hari kesebelas bulan keduabelas tahun pertama aku di Banda

Tuesday, May 19, 2009

Andai Ia Tahu....

Sesat sebelum jari jari ini mulai jenuh diatas keyboard, aku gak tau apa yang mesthi aku tulis. hanya saja sesaat lamunan datang dalam kilas bayang bayang semu yang gak jelas. ada senyum ceria nan menggemasakan yang kutangkap. Sesaat cerita itu kembali terukhir jelas dalam pikiranku.

"Ayo donk kamu bisa dee..., kamu bisa...."

suara itu seakan akan kembali hadir jelas menggema dalam telingaku. menghadirkan kesabarannya dalam sosok seorang insan manusia terbalut kulit seputih salju yang begitu dingin. yang aku sendiri gak tega buat ngeliatnya saat itu. senyum riang entah kenapa ia bebaskan begitu saja dari balik bibirnya yang mungil. semangatnya selalu ada tiap jengkal langkah kaki yang perlahan aku coba untuk menapak dibumi.

Sempurna kaki ini bisa berjalan tanpa dibantu alat sialan yang terus jadi sahabat karibku tiga bulan itu. last chek up mesthi aku jalani dan itu berarti aku mesthi kerumah sakit.

"Makasih dokter atas semuanya.."

percakapan singkat yang kuakhiri dengan kalimat sependek itu sebagai ucapan terima kasih ke dokter tersebut. Langkah kaki ku sekarang menuju bougenvil, ruang diujng rumah sakit terus belok kekanan. Membeku langkahku saat hendak membelok kekanan diujung koridor rumah sakit, Bunga lily yang kugenggam aku letakkan disamping tangannya, dia menutup mata dan membisu dengan bahagia....

"Aldiana udah pergi dee........"

Aldiana, entah kenapa aku selalu manggil dia dina. Dia selalu ngasih aku semangat biar bisa kembali jalan tanpa perlu penopang, Meskipun aku tahu kalo hidupnya harus ditopang dengan peralatan medis dan berpuluh puluh jenis obat, dia tetap semangat.... Bunga lily itu yang dia sukai karena itu mencerminkan dirinya... suci, manis, sederhana dan cantik meskipun ia sendiri rapuh.....


"Aldee pulang yuk makan...."
"Ok bentar coy tanggung nih tinggal upload"